Revolusi Industri 4.0, Menguntungkan atau Malah Merugikan?

Pastinya kamu udah sering dengar kata Revolusi Industri 4.0, dong? Tapi, kamu tahu nggak, sih, apa itu sebenarnya? Apa juga, ya, dampaknya untuk kehidupan kita sehari-hari? Yuk, bahas lebih lengkap!

Apa itu Revolusi Industri 4.0?

Ngomongin soal revolusi, pastinya akan sangat berkaitan dengan perubahan. Yep, itu berarti revolusi akan terus terjadi di berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk di bidang industri. Sederhananya, revolusi industri merupakan perubahan radikal dalam usaha mencapai produksi dengan menggunakan mesin-mesin, baik untuk tenaga penggerak maupun untuk tenaga pemroses. Nah, tren Revolusi Industri 4.0 sebenarnya tak lain merupakan sebuah tren prinsip desain.

Gimana, sih, sejarah dicetuskannya Revolusi Industri?

Prinsip desain dalam dunia industri ini bermula dari munculnya industri mesin uap yang kemudian diproduksi dan digunakan secara masal. Sejarah mencatat peristiwa ini sebagai Revolusi Industri 1.0. Revolusi selanjutnya ditandai dengan pengembangan daya dan listrik untuk menggenjot laju industri agar semakin masif.

Kemudian, dunia mengenal Revolusi Industri 3.0 yang ditandai dengan otomatisasi menggunakan komputer dan mesin untuk menggantikan alat tradisional. Sampai pada akhirnya masuklah ke era Industri Revolusi 4.0, dengan produksi produk yang dapat mengoptimalisasi diri, konfigurasi diri, dan melakukan diagnosis secara otomatis.

Baca juga: Bitcoin Turun, Belum Mampu Tembus Resisten 5 Ribu Dolar

Prinsip Desain Revolusi Industri 4.0

Kamu pasti sering dengar berbagai produk yang mengusung embel-embel smart“, kan? Misal, smartphone, smart-TV, smart-car, dan sederet produk pintar lainnya. Nah, penyematan kata ini bukan tanpa alasan, lho. Hal ini dikarenakan memang produk hasil Revolusi Industri 4.0 memang lebih unggul dengan kemampuan self-optimization, self-configuration, dan self-diagnosis yang dimilikinya. Produk dan mesin telah menjadi “pintar” dalam mengoptimalkan dirinya sendiri sehingga pekerjaan manusia pun semakin dimudahkan.

Sejatinya, konsep pembuatan produk dan mesin dalam Revolusi Industri 4.0 mengenal empat prinsip desain yang bertujuan untuk memastikan semua proses pembuatan telah terkomputerisasi.

Interkoneksi

Prinsip ini mengacu pada kemampuan mesin dan komponen terkait untuk berkomunikasi dan terhubung dengan manusia lewat Internet. Interkoneksi mengedepankan prinsip kolaborasi, standar, dan keamanan.

Transparansi Informasi

Prinsip satu ini membutuhakn sistem informasi yang dapat membuat salinan virtual dari dunia fisik dengan mengkonfigurasi data digital ke dalam data sensor. Untuk mencapai hal ini, data sensor harus dijumlah dengan data konteks yang cocok.

Bantuan Teknis

Bantuan teknis memerhatikan kemampuan sistem dalam mendukung manusia melalui visualisasi informasi untuk membuat keputusan yang semakin baik dan solusi yang makin cepat atas masalah yang ada. Prinsip ini juga membantu manusia dalam mengerjakan tugas yang selama ini memakan banyak waktu, berbahaya, dan melelahkan.

Desentralisasi Keputusan

Prinsip ini pada dasarnya mengacu pada kemampuan sistem untuk secara mandiri mengambil keputusan dan melaksanakan fungsi terdedikasi. Konsep ini dapat dilihat dari kustomisasi produk yang luas dalam lingkungan pabrik yang fleksibel, seperti di industri yang menangani produksi massal.

Tantangan dalam Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.o dengan segala kemajuannya sudah pasti mendatangkan banyak kemudahan dan keuntungan bagi manusia. Misal, dalam hal mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan dalam satu waktu, mempersingkat waktu mengerjakan tugas, hingga menyederhanakan berbagai tugas yang selama ini dipandang sulit dan rumit. Di sisi lain, Revolusi Industri 4.0 juga membukan banyak peluang pekerjaan baru karena sektor yang semakin beragam. Sebut saja pekerjaan beauty vlogger, misalnya, yang beberapa tahun lalu bahkan belum ada.

Namun, bukan berarti Revolusi Industri 4.0 bebas dari tantangan, lho. Hal ini dapat menimbulkan beberapa masalah akibat ketidakmampuan adaptasi yang baik bagi investor, perusahaan, pemerintah, dan juga masyarakat. Telah banyak pula kabar pemutusan kontrak kerja akibat karyawan yang tak lagi dibutuhkan karena posisinya telah tergantikan oleh mesin.

Baca juga: Yuk, Ketahui Cara Menjalankan Operasi Crypto-Mining

Revolusi Industri 4.0 memang terdengar cukup mengintimidasi dan mengancam, namun selama masyarakat mau terus beradaptasi dan mempelajari hal baru, hal ini tentunya tak perlu dikhawatirkan. Jadi, menurutmu Revolusi Industri 4.0 lebih menguntungkan atau malah merugikan, nih?

 

Hello all, we’re Lubna.io
One of Indonesia’s Robo Trading Platform.
We help you get the best results with less risks.
Visit our homepage and join our waitlist now!