Yuk, Ketahui Cara Menjalankan Operasi Crypto-Mining

Crypto-Mining – Para penggiat kripto pastinya sudah tak asing lagi dengan istilah crypto-mining atau penambangan cryptocurrency, kan? Namun, tahukah kamu cara mengoperasikan crypto-mining? Yuk, intip proses di balik crypto-mining!

Apa itu crypto-mining dan jenisnya?

Crypto-mining atau penambangan kripto adalah proses verifikasi transaksi dalam berbagai bentuk mata uang kripto dan kemudian ditambahkan ke blockchain digital ledger. Verifikasi yang dilakukan dibagi menjadi dua, yaitu Proof-of-Work (PoW) dan Proof-of-Stake (PoS).

Proof-of-work (PoW) adalah protokol yang memiliki tujuan utama untuk mencegah serangan cyber. Salah satunya adalah serangan distributed denial-of-service (DDoS), yang bertujuan menghabiskan daya sistem komputer dengan mengirim beberapa permintaan palsu. PoW inilah yang diacu oleh crypto-mining.

Sedangkan, proof-of-stake (PoS) merupakan protokol yang menyatakan seseorang dapat memvalidasi transaksi blok berdasarkan berapa banyak koin yang dipegangnya. Ini berarti bahwa semakin banyak Bitcoin atau altcoin yang dimiliki penambang, semakin banyak kekuatan penambangan yang dimilikinya. PoS juga biasa disebut dengan stacking cryptocurrencies.

Kenapa melakukan crypto-mining?

Crypto-mining merupakan salah satu peluang keuntungan yang muncul pada industri kripto. Untuk PoW, pada tahun 2016, tercatat bahwa salah satu crypto-mining yang dilakukan oleh Rolf Versius mendapatkan return of investment (ROI) melebihi 100% dalam kurun waktu kurang dari setahun. Penambang mendapat keuntungan dari penghargaan karena telah memecahkan masalah matematika dengan tujuan memvalidasi transaksi dan membuat blok baru.

Konsep PoS pertama kali muncul di forum Bitcointalk pada tahun 2011, dan pertama kali diaplikasikan pada 2012 oleh peer coin ini. Konsep ini menerapkan protokol dengan pencipta blok baru dipilih dengan cara deterministik, tergantung pada kekayaannya.

Keuntungan didapat dengan mengambil uang ekstra serta memegang cryptocurrency yang akan menguntungkan di masa depan. Apabila terdapat jumlah cryptocurrency dalam jumlah banyak, maka ketika dihubungkan dengan master node, operator master node akan dihargai dengan hadiah berupa blok cryptocurrency yang mereka fasilitasi. Selain itu, melakukan crypto-mining juga membantu operasional cryptocurrencies itu sendiri.

Baca juga: Mungkinkah Cryptocurrency Di India Dilegalkan?

Apa saja fase dalam menjalankan operasional PoW crypto-mining?

Pada umumnya, besar operasional dalam crypto miners dibagi menjadi beberapa fase.

  1. Fase pertama, atau yang disebut dengan home miners, adalah mereka yang baru memulai dan hanya memiliki kurang dari 20 miners.
  2. Selanjutnya, bila kalian memiliki 20 – 1000 miners, maka kalian akan disebut dengan medium miners.
  3. Apabila melebihi dari 1000 miners, maka kalian merupakan full stack business atau industrial miners.

Apa saja hal yang harus dipersiapkan dalam mengoperasikan crypto-mining?

Dalam menjalankan operasional crypto-mining, kalian dapat mulai terlebih dahulu dengan memahami hal-hal dasar mengenai cryptocurrency dan blockchain. Bila sudah memahami hal mendasar ini, maka ada beberapa hal yang dapat dipersiapkan lebih lanjut.

Tempat melakukan crypto-mining

Melakukan crypto-mining memerlukan tempat untuk menyimpan mining tools yang mempunyai akses terhadap daya listrik yang cukup. Bagi home miners atau pemula yang hanya memiliki 5 miners, hal ini belum perlu diperhatikan. Bagi kalian yang berminat untuk upgrade menjadi medium miners atau bahkan industrial miners, tempat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Tempat yang dapat dijadikan acuan adalah tempat yang memiliki natural cooling, yang umumnya dimiliki oleh data center. Tempat yang dekat dengan daya listrik juga dapat memungkinkan dalam mendapatkan akses listrik yang baik. Pastikan lokasi jauh dari pemukiman sehingga penduduk sekitar tak perlu khawatir dengan suara bising. Daerah industri merupakan tempat yang ideal.

Hal selanjutnya yang patut dipertimbangkan adalah layout dari penyusunan miners. Bila kalian telah memiliki ratusan miners, penomoran alat mesin menjadi hal penting, sehingga kalian dapat mengidentifikasi mana yang perlu diperbaiki bila terjadi masalah.

Hardware, Software, Pools (Akses tenaga listrik dan crypto-mining tools)

Bagi kalian yang belum pernah melakukan mining sebelumnya, dapat terlebih dahulu mencoba untuk membeli mining tools yang tersedia di toko online, seperti Amazon atau Tokopedia. Dengan memiliki alat mining, kalian dapat mempelajari secara langsung hal yang diperlukan dalam menambang kripto, salah satunya wallets untuk mining dan saving.

Fiat dan Crypto-exchange

Hal ini diperlukan untuk menerima hasil penghasilan mining dan melakukan pembayaran dalam menjalankan operasional crypto-mining. Di Indonesia, saat ini tidak diperbolehkan menggunakan cryptocurrencies untuk pembayaran, jadi exchange untuk menukar mata uang kripto dan fiat menjadi hal penting.

Kemampuan untuk melakukan riset dan belajar

Setelah mendapatkan alat untuk crypto-mining dan mempersiapkan semua alat yang diperlukan, maka kamu dapat menentukan cryptocurrency yang ingin ditambang. Mulanya, kamu dapat melakukan riset terlebih dahulu melalui situs Coin Market Cap. Dari situs tersebut, kamu kemudian dapat menghitung keuntungan dari penambangan dengan melihat situs What to Mine. Kemudian, lanjutkan dengan melakukan penambangan cryptocurrency terpopuler terlebih dahulu, seperti BTC, ETH, LTC, XMR.

Troubleshooting Methodology

Menyiapkan miners merupakan hal yang mudah, sedangkan tantangan berikutnya adalah untuk terus menerus menjalankan crypto-mining itu sendiri. Seiring berjalannya waktu, kamu akan menemukan banyak masalah terkait dengan mesin maupun operasional.

Pembaruan atau Peningkatan

Di tahap ini, kamu telah memahami secara menyeluruh cara menambang cryptocurrencies. Setelahnya, kamu dapat mulai mempelajari untuk melakukan ekspansi miners, misalnya, cara melakukan penambangan kripto menjadi lebih menguntungkan atau mencoba menjalankan operasional semurah mungkin. Seiring dengan penambahan mesin miners, maka akan muncul permasalahan dengan temperatur udara mesin yang semakin memanas.

Bank, Asuransi, dan Akuntan

Tahap ini dilaksanakan ketika kamu sudah memiliki operasional crypto-mining yang sudah sampai tahap bisnis sampai industrial. Layaknya bisnis lainnya, diperlukan asuransi untuk menjaga aset digital yang dimiliki. Jasa akuntan juga diperlukan untuk menghitung aset dan melaporkan hasil pajak.

Baca juga: Prediksi Bitcoin Sampai Tahun 2020. Akankah Kembali Meroket?

Editor: Muhammad Firhat

 

Hello all, we’re Lubna.io
One of Indonesia’s Robo Trading Platform.
We help you get the best results with less risks.
Visit our homepage and join our waitlist now!